Rabu

Menampilkan Blog di google

Memang ada banyak cara agar blog kita terdetek oleh google, yang membuat kita pusing tujuh keliling, mungkin di bawah ini ada baiknya di coba
Mendaftarkan Blog Ke Google Webmaster Tools, Salah satu langkah belajar seo untuk pemula adalah dengan mendaftarkan blog kita ke search engine.
Mensubmit Blog ke search engine Google
  • Agar Google bisa datang ke blog kita perlu memberi tahu Google alamat blog kita, biar Google tidak salah alamat. Berikut ini cara mengundang Google atau mensubmit blog ke Google.
  • Buka halaman Google Webmaster Tool atau klik disini, lalu login dengan google account anda, bila belum punya, anda bisa membuatnya terlebih dahulu.

da beberapa tip untuk blog kita terdetek google, salah satunya mungkin daftarkan blog anda di sini :
http://blogsearch.google.com/ping?hl=id
http://www.google.com/addurl/

  •  Masukkan Url Blog anda ke kolom yang disediakan ( lingkaran merah ), kemudian klik add site
  • Mendaftarkan blog ke search engine
Ketiga – Klik Verify Your Site
Submit blog ke google
  • Keempat รข€“ klik Add a Meta Tag atau upload html pada drop down menu, kemudian copy kode untuk meta tag dan download untuk yang versi upload html yang diberikan oleh google webmaster.
Pada platform blogger, buka account blogger > Layout > Edit Html, lalu cari tag pada kotak kode dari Template. Copy kode dari Google WebMaster Tools dan Paste kan di persis dibawah Tag <head> atau sebelum tag </head>, lalu jangan lupa klik SAVE TEMPLATE.

Pada platform WordPress (self hosted) anda bisa menemukan tag <head> ini pada file header.php. Pada Dahsboard wordpress anda, klik Design –> Theme Editor kemudian klik file header.php. Kemudian paste kode dari webmaster tool tadi persis di bawah tag <head> tersebut, kemudian jangan lupa pula klik update file.
Selanjutnya, kembali ke halaman Google Webmaster Tools, klik tombol Verify. Jika proses berhasil maka akan menampilkan layar summary, dan memberi tahukan bahwa kita telah berhasil. Sekarang anda sudah mengetahui bagaimana mendaftarkan blog ke google.

sumber : http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=0055c629791bb526&clk=wttpcts

Selasa

Jenis Gelombang Otak


Memahami Gelombang Otak

Apa itu Gelombang Otak?

Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak tersebut sudah mati.

Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbeda-beda serta menandakan kondisi mental seseorang.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai karakteristik empat jenis gelombang otak yang umumnya muncul pada setiap orang.

Gelombang Beta: Waspada, Konsentrasi.
Kondisi gelombang otak Beta (
13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.

Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi
Gelombang otak Alpha (
8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.

Gelombang Theta: Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (
4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.

Gelombang Delta: Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.
Kondisi Delta (
0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.

Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang melamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang  secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Misalnya dalam kondisi tidur, otak kita lebih banyak memproduksi gelombang delta, tapi tetap memproduksi theta, alpha dan beta walaupun kadarnya sedikit.

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meditasi adalah salah satu cara paling kuno untuk mengatur pola gelombang otak. Sedangkan bagi masyarakat modern yang sibuk, teknologi Brainwave Entrainment menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan kebutuhan.

Sebenarnya, selain 4 jenis gelombang yang kami sebutkan diatas (Delta, Theta, Alpha dan Beta) masih ada gelombang otak yang lebih tinggi yaitu Gamma dengan frekuensi 40-99 Hz, HyperGamma dengan frekuensi tepat 100 Hz dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, gelombang HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.

Sedangkan Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, terburu-buru karena dikejar deadline pekerjaan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang tersebut.


sumber : Terapimusik.com